Denpasar (Sinbu) -
Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ke 4 yang diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur- Denpasar berlangsung Demokratis dan dari beberapa kandidat yang diusung oleh peserta Munas ini, Humprey Djemat terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) masa bakti 2010-2013.
Jumlah anggota AAI seluruh Indonesia saat ini mencapai sekitar 6.000 orang. Sedangkan yang hadir 493 peserta, 486 peserta menggunakan hak suaranya dan pemilihan menggunakan `one man one vote`" kata Ketua Panitia Organizing Committe (OC) Munas ke-4 AAI Agus Saputra di Sanur, Minggu.
Humprey yang sebelumnya menjabat Ketua DPC AAI Jakarta berhasil meraih dukungan 267 suara, mengalahkan pesaing kuat lainnya Junivers Girsang yang hanya meraup 207 suara.
Usai terpilih menggantikan Ketua Umum AAI periode 2005-2100, Denny Kailimang, Humprey berjanji segera membenahi organisasi sehingga AAI bisa lebih berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam penegakan hukum di Indonesia.
Pihaknya berharap ke depan para pengurus AAI tidak hanya sibuk dengan berorganisasi saja, namun juga tidak boleh melupakan tugasnya dalam penanganan perkara hingga perjuangan memberantas mafia kasus.
Salah satu program ke depan, menurut Humprey, yakni bagaimana AAI ikut memberantas praktek mafia hukum di Indonesia serta memperbaiki hubungan organisasi antara pusat dan daerah, selain itu juga fokus dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.
Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ke 4 yang diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur- Denpasar berlangsung Demokratis dan dari beberapa kandidat yang diusung oleh peserta Munas ini, Humprey Djemat terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) masa bakti 2010-2013.
Jumlah anggota AAI seluruh Indonesia saat ini mencapai sekitar 6.000 orang. Sedangkan yang hadir 493 peserta, 486 peserta menggunakan hak suaranya dan pemilihan menggunakan `one man one vote`" kata Ketua Panitia Organizing Committe (OC) Munas ke-4 AAI Agus Saputra di Sanur, Minggu.
Humprey yang sebelumnya menjabat Ketua DPC AAI Jakarta berhasil meraih dukungan 267 suara, mengalahkan pesaing kuat lainnya Junivers Girsang yang hanya meraup 207 suara.
"Jalannya pemilihan sudah berlangsung cukup ketat. Kalaupun ada perbedaan, namun hal itu lumrah terjadi dan merupakan dinamika organisasi," kata Humprey.
Munas AAI yang berlangsung sejak Jumat (12/11) hingga Minggu diikuti 42 DPC AAI se-Indonesia dan sebanyak 486 peserta menggunakan hak suaranya.
Selain berhasil memilih ketua umum baru, peserta munas juga menyepakti terpilihnya Johnson Panjaitan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) AAI dan Ketua Dewan Penasehat Thomas Tampubolon.Usai terpilih menggantikan Ketua Umum AAI periode 2005-2100, Denny Kailimang, Humprey berjanji segera membenahi organisasi sehingga AAI bisa lebih berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam penegakan hukum di Indonesia.
Pihaknya berharap ke depan para pengurus AAI tidak hanya sibuk dengan berorganisasi saja, namun juga tidak boleh melupakan tugasnya dalam penanganan perkara hingga perjuangan memberantas mafia kasus.
Arena Munas AAI
Ia mengatakan, salah satu hal penting dihasilkan dalam munas kali ini terkait masa jabatan ketua umum yang sebelumnya selama lima tahun, kini hanya menjadi tiga tahun.
"AAI ingin mengawal reformasi dengan mendorong kaderisasi agar berjalan lebih cepat. Kalau harus menunggu lima tahun kepengurusan sudah terlalu lama. Kami ingin generasi muda bisa lebih banyak tampil," katanya.Salah satu program ke depan, menurut Humprey, yakni bagaimana AAI ikut memberantas praktek mafia hukum di Indonesia serta memperbaiki hubungan organisasi antara pusat dan daerah, selain itu juga fokus dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.